Sudah lama sekali tidak posting di blog pribadi saya. Mungkin saya terlalu sibuk tidur hahaha... Sebenarnya kemarin-kemarin Laptop saya jual untuk keperluan equipment bermusik saya, maklum akhir-akhir ini peralatan musik hargannya naik sedakngkan musisi minim modal seperti saya dengan kebutuhan peralatan yang bertambah pulah mengharuskan memutar otak agar mendapatkan dana untuk memenuhi keperluan bermusik saya. hehe..
Dua tahun terakhir ini cukup banyak band yang mengajak saya untuk bergabung dari menjadi pemain tetap atau hanya sekedar pengisi saja. Diawali oleh Drummer saya di band Stare at the Skyline yang mengajak saya untuk ikut dalam sebuah project band alternative Lucia bersama teman-temannya. Band ini cukup profesional dalam managerial hingga akhirnnya jadwal saya cukup padat dengan band ini, dari mulai penggarapan cover lagu-lagu yang akan dibawakan di kedai dan cafe di Jatinangor hingga rekaman untuk video cover di Youtube. Jujur saja dengan Lucia ini kali pertama saya mendapatkan uang dari hasil manggung, sebelumnya saya bernasib seperti band-band lain, hanya mendapatkan ucapan terimakasih dan nasi kotak alakadarnya. haha...
Setelah cukup sibuk dengan sok sok profesional di Lucia, saya dapat tawaran main dalam event Music ala Campus bersama band project-an lain yang digagas pasangan suami istri Fajar dan Vera. Bandnya diberi nama Fave, singkatan dari nama mereka, Fajar Vera. Dengan band ini saya mendapatkan pengalaman-pengalaman yang baru bagi saya. Bersaman mereka saya mendapatkan kesempatan manggung bersama Fiersa Besari di salah sati Cafe di Jatinangor. Cukup prestisius bagi saya musisi lokal yang hanya mengandalkan keberanian tanpa pernah lulus dalam pendidikan formal musik, hahaha... Band ini cukup banyak tawaran manggung, walapun begitu saya harus menolak beberapa diantarannya karena saya masih ada jadwal juga dengan Lucia.
Lucia dan band bentukan saya, Stare at the Skyline, nampaknya di ambang hiatus atau bahasa umum nya Vacum, karena teman saya semasa kuliah sekaligus penabuh Drum dari kedua band ini harus hijrah kerja ke planet lain. haha.. Sayangnnya Fave juga mengalami nasib yang sama, Fajar dan Vera nampaknnya sudah ingin punya momongan, sehingga mengharuskan mereka untuk membuat program berkembangbiak haha...
Untuk mengisi kekosongan saya bergerak dalam bidang event planner di tempat saya tinggal bersama rekan-rekan saya di Pojok Seni Tanjungsari. Cukup banyak event yang saya garap termasuk Record Store Day (RSD) 2017 di Sumedang. Acara tersebut cukup mendapatkan banyak pengunjung dari sekitar, mungkin karena saya dan teman saya berhasil mengundang band-band yang memiliki reputasi yang cukup bagus di kalangan penikmat musik. Dalam RSD itu saya mendatangkan band Progresive Deathmetal asala Bandung, Humiliation. Mereka saya undang untuk mengisi sharing season tentang album baru mereka yang digarap oleh maestro sound engineer internasional, Mark Leuwis. Selain itu saya bersama teman-teman Pojok Seni juga berhasil mendatangkan band post-rock asal Bandung, Under The Big Bright Yellow Sun (UTBBYS) yang menarik para penikmat musik insturmental dari sekitar Jatinangor dan Sumedang.
Disela-sela saya membuat event, saya dan band Hardcore saya, Snapkids, berencana untuk mengadakan tour di beberapa kota yang kami beri nama West Side Tour, karena memang destinasinnya di beberapa kota di Jawa Barat. Dalam tour itu saya berkesempatan bertemu dengan orang-orang hebat di skena Hardcore Youth Crew Indonesia. Saya bisa berkenalan dengan band legend Set The Fire dan Produser band Hardcore internasional, Zumi, yang berasal dari Jepang. Sempat dia menawarkan tour di Jepang, namun kami sedang fokus dengan album baru kami. Dalam tour itu juga saya berkesempatan bertemu dengan ALLxIN dari Australia, teman JRX atau dikenal junga dengan Jerinx Superman Is Dead. Dia juga sedang melakukan tour mancanegara, dan mengajak saya dalam tournya di Bandung. Saya juga berbincang banyak dengan gitaris ALLxIN dan sempat juga bertukar kontak pribadi. Senang rasannya dapat bertemu mereka, band Hardcore yang terkenal di negarannya.
Saat ini saya sedang ikut menggarap album band saya sendiri, Snapkids, dan juga band teman saya, Rasputin. Ya mudah-mudahan persiapan album Snapkids yang slow but sure namun maksimal ini dapat disambut dengan baik oleh para youth crew seantero dunia haha... Rasputin juga mudah-mudahan cepat beres penggarapan lagunnya, karena jujur saja, saya baru sekali mendapatkan materi yang menarik di Rasputin ini, menambah pengetahuan bermusik saya. hahaha...
Jadi saya berpesan pada teman-teman para pembaca yang keren-keren dan baik ini untuk jangan putus asa bermain musik. Saya ingat teman saya Reduan, gitarisnya Jasad, pernah bilang "dalam hidup apa yang kamu tuju jangan setengah-setengah, harus konsisten dan total." Lalu apa yang Redu katakan seperempatnnya sudah saya rasakan. Pengalaman-pengalaman saya bermusik ini tidak dapat saya beli dari manapun kecuali dengan konsistensi dan totalitas. Jadi teman-teman jangan berhenti bermusik, terus berkarya dan semangaaaaaaaaaaaaaatttt!!!! hehehe....