Kata soe hok gie, tidak ada seorangpun yang tau penderitaanku. Memang benar menurutku, semua hanya peduli pada diri mereka masing-masing. Sedangkan aku terlalu peduli terhadap siapapun. Ketika aku harus menjadi seseorang yang harus menyimpan apa yang aku derita sedangkan orang lain hanya suka berbicara dan tololnya selalu aku dengarkan. Hal tersebut malah menambah penderitaanku yang semakin hari menjadikannya beban dalam hidupku.
Saat ini aku hanya ingin seseorang mendengar deritaku serta sedikit penasaran terhadap masalahku. Sesederhana itu saja yang aku inginkan. Tapi hal sesederhana inilah yang sulit aku dapatkan. Karena setiap orang dilahirkan dengan egoisme mereka masing-masing, maka itu mereka sebagian besar hanya peduli diri mereka masing-masing.
Aku kini tertekan, frustasi, dan mulai kesulitan untuk tidur. Semuanya memperburuk penderitaanku dan hanya aku yang peduli. Mereka bahkan menilai hal ini adalah kesalahan yang aku perbuat, tanpa sadar sedikitpun bahwa semua ini berawal dari mereka. Hal yang mereka lakukan hanya menyalahkanku dan tidak pernah mau tau apa yang aku derita. Sayangnya mereka tidak menilai lebih baik. Terkadang kesalahanku tidak dapat toleransi.
Sebenarnya dunia ini memang tidak adil, coba bayangkan jika setiap hari yang kita dapatkan hanya tekanan. Pernah aku terpikir untuk mengakhiri hidupku, namun aku urungkan karena tuhankupun tidak mentolelir. Lalu apa yang aku lakukan saat ini adalah menjalani penderitaanku yang setiap hari mulai menekanku.
Aku berterimakasih bagi kalian yang telah sudi membaca ketikanku ini. Karena membaca sama dengan mendengar, maka kalian adalah bagian dari harapanku, walaupun aku tidak bisa secara langsung merasakan kalian mendengarkanku.
Saat ini aku sedang sangat merindukan dia yang aku sia-siakan, yang mulai tidak peduli diriku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar