Jumat, 05 April 2019

BANGSAT, KENAPA HARI INI BEGITU SIAL? bag. 3


Aku melajukan skutermetikku dengan kecepatan sekitar 40 meter per jam setelah berbelok begitu keluar areal fakultasku menuju ke arah bundaran dekat gedung FISIP. Namun saat aku melambat untuk membelokan skuterku, keseimbanganku sedikit gontai seperti ada seseorang di jok belakangku yang menjadi penyebab. Aku sediki menoleh ke belakang. Ya… aku merasakan ada seseorang di belakang yang ikut menumpang, tidak salah lagi. Bulu kudukku merinding, karena aku teringat akan cerita-cerita mistis di sekitar universitasku, aku pun membaca doa sebisaku agar setidaknnya hantu atau dedemit dibelakangku bisa terusir.
“Cieeee… langgeng terus pacarannya ya Qon” tiba-tiba seseorang di trotoar berkanopi berteriak dengan nada ledekan. Aku pun semakin enggan menoleh ke belakang.
Aku asumsikan jika seseorang berkata seperti itu berarti hantu itu dapat menampakan diri ke semua orang dan dengan begitu aku simpulkan hantu di jok belakangku ini berjenis kelamin perempuan. Mungkin saja Kuntilanak yang kata orang-orang penunggu pohon di pertigaan FISIP nebeng pulang denganku. Sial… bulu kudukku semakin merinding, badanku pun ikut bergetar dan sedikit terasa lemas.
“GOBLOG SIAH! Emangnnya kita homreng!” tiba-tiba sebuah suara menimpal dari belakang telingaku.
Tidak salah lagi, aku kenal suara ini. Suara cempreng tadi di depan gerbang fakultas, suara Dennis. Kapan dia sudah berada di jok belakang sekuter m etikku? Aku kira ada hantu atau dedemit yang ikut menumpang, tidak tahunnya kesialan masih mengikutiku
“Nis, maaf nis. Gue lagi bokek, jadi taruhannya batal dulu ya.” Dengan nada gemetar aku berkata pada Dennis.
“gak bisa Qon, lu jangan bikin gue amsyong. Kalau lu gak bisa bayar taruhan berati lo harus anter gue sekarang ke fotocopy-an terus ke depan parkiran gedung UKM barat. Ok?” dengan nada riang Dennis menjawab.
“lu mau ngapain Nis?” jawabku heran.
“udah lu nurut aja, atau gue gak mau tau lu harus bayar taruhan lu sekarang.
Dengan hati bertanya-tanya aku antar Dennis ke potokopian di depan kampus dekat gedung UKM.

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tentang KEMANDIRIAN

Jujur saja saya masih jauh dari KEMANDIRIAN, tetapi saya tidak pernah khawatir dengan persepsi-persepsi orang atau tentang paradigma kemand...