Senin, 29 Juni 2020

Bukan Sebuah Film

 Pernah aku menonton sebuah film tentang patah hati, judulnya "500 days of Summer". Saat itu entah kenapa kebetulan sekali Aku baru saja putus dengan kekasihku, seperti mencemooh keadaanku saat itu. Mungkin beberapa orang akan bilang lebay padaku, tapi Aku tidak peduli. Kisah pasca putus aku tulis di buku jurnal harianku, kurang lebih 2 tahun aku menulikannya hingga 3 buku jurnal aku habiskan. Aku kira akhir tulisan di buku jurnal itu akan berakhir ketika aku sudah menerima mantan kekasihku menikah dengan selingkuhannya. Namun tidak, beberapa bulan lalu aku menerima kabar dia Meninggal, sayang sekali aku tidak bisa melayatnnya karena aku putus dengan cara yang sangat-sangat tidak baik. Kabar itu aku seperti membuka lagi sedikit luka lama yang sudah mulai hilang. Aku ternyata masih mencintainnya, bedanya kini dia benar-benar tidak ada di dunia ini. Aku tidak akan pernah mampu melupakannya, karena Dia lah yang memberikan luka paling dalam. Aku sampai saat ini tidak pernah membuka hati pada siapa pun, aku berharap jika dia tidak meninggal aku bisa bertemu sesekali dengan Dia. Namun semua sudah tidak mungkin. 

500 days of Summer ternyata hanya sebuah fiktif, kenyataannya aku tidak pernah bertemu dengan Autumn. Sayang sekali diriku. ha ha ha

Kini aku semakin kehilangan arti Hidup, orang-orang yang aku cintai satu persatu meninggalkan dunia ini, termasuk ibuku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tentang KEMANDIRIAN

Jujur saja saya masih jauh dari KEMANDIRIAN, tetapi saya tidak pernah khawatir dengan persepsi-persepsi orang atau tentang paradigma kemand...