Jujur saja saya masih jauh dari KEMANDIRIAN, tetapi saya tidak pernah khawatir dengan persepsi-persepsi orang atau tentang paradigma kemandirian yang disepakati saat ini.
Saya sedikin mendefinisi ulang tentang KEMANDIRIAN. Sebelum saya melanjutkan, pernahkah sahabat-sahabat sekalian mempertanyakan apa itu KEMANDIRIAN? Lalu pernahkah anda bertanya "Sudahkah saya MANDIRI?"
Definisi tentang mandiri bagi setiap orang berbeda-beda, namun dari banyak definisi, ada satu kesamaan, yaitu dapan melakukan dengan sendiri atau tidak bergantung pada orang lain.
Namun sayangnya sebagian orang terdekat saya selalu menuntut saya untuk menjadi mandiri. Lalu pertanyakan yang saya selalu ajukan adalah, kemandirian seperti apa yang mereka tuntut? seringkali mereka yang menuntut kemandirian adalah mereka yang tidak mau dibebani oleh beberapa kewajiban sosial atas individu lain. Maka kata mandiri adalah sebuah senjata untuk melepaskan hubungan sosial secara halus.
Menurut Ralf Dahrendorf seorang sosiolog dari Jerman berpendapat bahwa hakikatnya manusia adalah Homo Sociologicus, atau manusia sosial. Secara sosial manusia moderen tidak bisa tidak bergantung pada orang lain, contohnya: Jika kamu seorang yang berpofesi sebagai tukang ojek, lalu tidak bisa tidak kamu mendapatkan keuntungan tanpa memberikan jasa ojek-mu pada orang lain. Maka secara profesi kamu tidak bisa mandiri.
Lalu bagai mana hidup Mandiri itu? Hidup Mandiri adalah hidup di mana kita betul-betul tidak bergantung orang lain seperti menanam bahan-bahan makanan sendiri di kebun sendiri, maka di situ sobat sudah mandiri. Jadi tidak ada orang yang benar-benar mandiri pada era modern ini, kecuali kita harus mengembalikan standar hidup kita menjadi orang zaman dulu atau lebih extermnya menjadi seorang Tarzan (mungkin).
Sebaiknya kita tidak boleh menuntut orang untuk menjadi Mandiri, karena orang tersebut dalam beberapa hal bisa mandiri, namun tidaklah bisa menjadi mandiri sepenuhnya. Lagi pula kita memiliki tanggung jawab sosial, moral, dan Agama untuk saling membantu dalam setiap hal.
Sobat-sobat jangan minder karena masih belum Mandiri. Mari kita saling membantu. kemon....
N.B. Mohon jangan terlalu serius menanggapi, karena hak anda untuk tidak setuju. Tetapi hak saya untuk menulis, lagi pula, ini adalah metode saya melatih kembali kemampuan menulis saya karena saya bertanggung jawab atas ilmu yang saya pelajari dulu saat menjadi seorang mahasiswa jurusan sastra. Mohon maaf jika mengganggu, jika bermanfaat, maka saya ucapkan Terima kasih..